Jumat, 09 Desember 2011

Tim Gresini Temukan Pengganti Simoncelli

Suksesor Super Sic juga berasal dari Italia.

 
Michele Pirro  
Tim San Carlo Honda Gresini tak ingin terlalu larut dalam duka seiring meninggalnya Marco Simoncelli. Gresini kini sudah menemukan calon pengganti Simoncelli.
Gresini menyiapkan Michele Pirro sebagai suksesor Super Sic. Kebetulan, Pirro juga berasal dari Italia.
Penampilan impresif di ajang Moto2 sepanjang tahun ini membuat Pirro dipromosikan ke pentas MotoGP musim 2012. Pirro akan menggeber FTR-Honda dengan aturan baru yang siap diterapkan musim depan yakni Claiming Rule Teams atau standar teknologi yang lebih rendah dari sebelumnya. Pembalap 25 tahun ini ditandemkam dengan Alvaro Bautista yang baru hijrah dari tim Rizla Suzuki.
“Saya bahagia mengambil keputusan ini. Saya juga bangga bergabung dengan Gresini dalam petualangan baru yang menarik ini,” ujar Pirro seperti dikutip dari Autosport, Rabu 7 Desember 2011.
“Ini bukan keputusan mudah. Karena sebenarnya saya masih ingin berkembang dari hasil musim 2011 di Moto2. Tapi, [bos] Fausto Gresini telah membangkitkan kepercayaan diri saya di akhir musim. Dia tidak ragu dengan pilihan mempromosikan saya,” tuturnya.
Sebelum berlaga di ajang Moto2 tahun lalu, Pirro sempat menyabet gelar juara kelas 125cc Eropa, dua mahkota Superstock Spanyol serta meramaikan pentas kejuaraan Supersport Spanyol. Tampil impresif di atas Gresini Moriwaki, ia sempurna menutup Moto2 musim lalu dengan meraih podium teratas di Valencia.
“Kemenangan Michele di Valencia sangat berkesan dan akan selalu diingat. Dia menunjukkan antusiasme tinggi dan mendorong kami untuk melibatkannya dalam petualangan menarik ini,” demikian opini bos Gresini, Fausto.
“Dia memang memiliki kualitas teknik dan bisa bersaing. Kami juga yakin kategori baru dari CRT bisa menjadikannya salah satu protagonis. Yang terpenting, kami harus ingat bahwa kami adalah tim Italia. Dan keputusan melibatkan Michele dalam proyek ini adalah hasil sudut pandang itu,” tutupnya.
Ya, Pirro diproyeksikan menjadi pengganti Simoncelli, mantan pembalap andalan Honda Gresini yang tewas dalam balapan GP Malaysia pada 23 Oktober lalu. Sedangkan Bautista akan mengisi tempat Hiroshi Aoyama yang memilih berlaga di kejuaraan World Superbikes bersama tim Castrol Honda mulai 2012. (one)

Pelita Jaya Esia Bidik Gelar Juara

Berikut adalah jadwal lengkap Pelita Jaya Esia di NBL musim ini.


Pelita Jaya Esia 
 
Tim basket Pelita Jaya Esia sangat antusias menyambut kompetisi Liga Basket Nasional (NBL) musim 2011-2012. Tak tangung-tanggung, gelar juara menjadi bidikan utama Pelita Jaya Esia.
Target Pelita Jaya Esia menjadi juara baik di regular season maupun di babak playoff terbilang realistis mengingat tahun lalu mampu menjadi juara regular season meski kalah di playoff dan menempati urutan ketiga.
Persiapan Pelita Jaya Esia juga terbilang matang. Tak banyak perubahan dilakukan Pelita Jaya Esia. Sebanyak 14 pemain yang memperkuat musim lalu dipertahankan dan hanya menambah 2 orang rookie.
Daniel Timothy Wenas (PERBANAS) dan Yudho Amiraz menjadi amunisi anyar setelah penampilan gemilang mereka di NBL Pre-Season yang digelar di Malang.

Musim ini, Pelita Jaya Esia telah menetapkan Erick Sebayang sebagai kapten tim untuk menggantikan Romy Chandra. Pemilihan Erick sebagai kapten didasarkan pada penampilannya yang cemerlang di Malang lalu dan juga pengalamannya membela tim Pelita Jaya Esia.

Untuk musim ini, Pelita Jaya Esia akan bertanding sebanyak 33 kali dalam jangka waktu 5 bulan melawan 11 tim NBL lainnya. Pelita Jaya akan memulai pertandingan mereka pada Sabtu 12 Desember 2011 besok melawan Aspac Jakarta di Bandung.
Skuad Pelita Jaya Esia: Kelly Purwanto, Erick Sebayang, Gian Gumilar, Yudho Amiraz, Dimas Aryo Dewanto, Andi Poedjakesuma, Ary Chandra, Vavories Palopo, Yuliano Gandhi, Samuel Kurniahu, Ponsianus Indrawan, I Gusti Rustawijaya, Daniel Wenas, Yudhi Mardiyansyah, Fidyan Dini, dan Romy Chandra.
Berikut adalah jadwal lengkap Pelita Jaya Esia di NBL musim ini :

Seri I Bandung:
Sabtu 10 Desember 2011: Pelita Jaya Esia vs Aspac Jakarta (15.00 - 17.00 WIB)
Minggu 11 Desember 2011 : Pelita  Jaya Esia vs Comfort Mobile BSC Jakarta (20.00-22.00)
Selasa 13 Desember 2011: Pelita Jaya Esia vs Pacific Caesar Surabaya (14.00-16.00)
Rabu 14 Desember 2011: Pelita Jaya Esia vs. Satya Wacana Salatiga (14.00-16.00)
Jumat 16 Desember 2011: Pelita Jaya Esia vs. Garuda Bandung (18.00-20.00)
Minggu 18 Desember 2011 : Pelita Jaya Esia vs. Muba IM Sumsel (16.00-18.00)

Seri II Solo:
Sabtu 7 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Satria Muda Jakarta (18.00-20.00)
Minggu 8 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Muba IM Sumsel (14.00-16.00)
Selasa 10 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. NSH GMC Riau (16.00-18.00)
Kamis 12 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. CLS Surabaya (18.00-20.00)
Sabtu 14 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Stadium Jakarta (13.00-15.00)


Seri III Palembang :
Sabtu 28 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. CLS Surabaya (18.00-20.00)
Minggu 29 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Satya Wacana Salatiga (16.00-18.00)
Selasa 31 Januari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Bimasakti Malang (14.00-16.00)
Rabu 1 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. NSG GMC Riau (14.00-16.00)
Jumat 3 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Garuda Bandung (18.00-20.00)
Sabtu 4 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Satria Muda Jakarta (18.00-20.00)

Seri IV Denpasar:
Minggu 19 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Muba IM Sumsel (16.00-18.00)
Senin 20 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Stadium Jakarta (18.00-20.00)
Rabu 22 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Comfort Mobile BSC Jakarta (16.00-18.00)
Jumat 24 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Pacific Caesar Jakarta (14.00-16.00)
Minggu 26 Februari 2012: Pelita Jaya Esia vs. Aspac Jakarta (16.00-18.00)

Seri V Surabaya:
Senin 12 Maret 2012: Pelita Jaya Esia vs. Bimasakti Malang (16.00-18.00)
Selasa 13 Maret 2012: Pelita Jaya Esia vs. Comfort Mobile BSC Jakarta (14.00-16.00)
Kamis 15 Maret 2012: Pelita Jaya Esia vs. Muba IM Sumsel (20.00-22.00)
Jumat 16 Maret 2012: Pelita Jaya Esia vs. NSH GMC Riau (16.00-18.00)
Minggu 18 Maret 2012: Pelita Jaya Esia vs. CLS Surabaya (13.00-15.00)

Seri VI Jakarta :
Sabtu 31 Maret 2012: Pelita Jaya Esia vs. Satya Wacana Angsapura (20.00-22.00)
Minggu 1 April 2012: Pelita Jaya Esia vs. Garuda Bandung (18.00-20.00)
Selasa 3 April 2012: Pelita Jaya Esia vs. Pacific Caesar Surabaya (16.00-18.00)
Kamis 5 April 2012: Pelita Jaya Esia vs. Aspac Jakarta (18.00-20.00)
Sabtu 7 April 2012: Pelita Jaya Esia vs. Satria Muda Jakarta (13.00-15.00)
Minggu 8 April 2012: Pelita Jaya Esia vs. Stadium Jakarta (18.00-20.00)

Pemain Asing di ISL Dilarang Tampil untuk Timnas Negaranya?



Liga Super Indonesia tidak hanya terancam eksistensinya oleh kekuatan PSSI. Para pemain asing yang berkompetisi di liga “ilegal” tersebut juga bernasib serupa. Mereka kemungkinan besar tak bisa memperkuat negaranya karena bermain dalam kompetisi yang tidak resmi.
Safee Sali
Bahaya pun langsung menyeruak pada para pemain kunci klub-klub ISL. Sebagai contoh, Mohammad Safee Mohammad Sali atau yang lebih akrab dipanggil dengan Safee Sali. Kapten Pelita Jaya ini tak bisa berseragam timnas Malaysia karena klubnya yang dimiliki “keluarga” Bakrie, memilih untuk berada di ISL.
Kasus yang sama akan menimpa Keith Kayamba Gumbs. Penyerang andalan Sriwijaya FC ini adalah kunci negara kecil Saint Kitts & Nevis. Bersama timnas negara yang tergabung di zona CONCACAF ini, Gumbs tampil 131 kali dan mencetak 47 gol.
Ada juga Zah Rahan Krangar. Siapa pun penggemar Liga Super Indonesia pasti tahu sepak terjang playmaker andal ini. Baik di Sriwijaya FC masa Rahmad Darmawan atau di Persipura era Jacken F. Thiago, Zah Rahan selalu tampil memukau.
Bahkan, banyak klub luar negeri yang berminat memboyong pemain timnas Liberia ini. Jika PSSI menerapkan aturan semua pemain asing di liga ilegal tak bisa bermain untuk timnas, mungkinkah Zah Rahan akan pergi ke klub IPL?
Djohar Arifin, ketua umum PSSI, menyebutkan bahwa peraturan ini terdapat dalam Statuta FIFA. Tidak hanya pemain asing yang berlaga di kompetisi ilegal, hal ini juga berlaku pada pemain lokal untuk timnas Garuda.
Masalahnya, PSSI sepertinya mendua untuk urusan ini. Setidaknya, dalam laga Indonesia Selection vs LA Galaxy beberapa waktu lalu, ada beberapa pemain yang merumput di ISL yang dipanggil.
Termasuk, Cristian Gonzales yang dilarang klubnya, Persisam Samarinda, untuk tampil bersama timnas. Walaupun bukan termasuk laga resmi, kita bisa melihat di antaranya, Greg Nwokolo, Oktovianus Maniani, Patrick Wanggai, Firman Utina, dan  Victor Igbonefo.
Djohar Arifin juga mesti waspada karena sekitar 65% pemain timnas Indonesia berasal dari klub-klub ISL.
Jadi, beranikah PSSI menerapkan hukuman yang sama untuk pemain asing dan lokal?